Posts

Showing posts with the label Heritage & History

Sunan Pakubuwono X, Sang Pengecoh Belanda

Image
             Semasa berkuasa selama 46 tahun (1893 – 1939), Pakubuwono X menjadi pendorong di balik layar pergerakan nasional untuk mencapai kemerdekaan. Pada masa itu, Surakarta menjadi satu-satunya wilayah di Indonesia yang dapat mengibarkan bendera  gula kelapa  atau Merah Putih, bukan bendera Belanda. Masa pemerintahannya ditandai dengan kemegahan tradisi dan suasana politik kerajaan yang stabil. Pada masa pemerintahannya yang cukup panjang, Kasunanan Surakarta mengalami transisi, dari kerajaan tradisional menuju era modern, sejalan dengan perubahan politik di Hindia-Belanda. (Upacara penobatan Pakubuwono X sebagai raja Kasunanan Surakarta ke sembilan pada tahun 1893. Tampak pada gambar Pakubuwono X berjalan di bawah payung kebesaran, bersama dengan Residen Surakarta O.A. Burnaby Lautier dan para bangsawan serta abdi dalem)         ...

Wisata Museum Benteng Vredeburg

Image
Writer berfoto didepan gerbang Museum Benteng Vredeburg Benteng Vredeburg Jogjakarta terletak didepan Istana Kepresidenan Jogkarta yang juga dekat dengan Keraton Jogjakarta. Pada tanggal 23 November 1992, Benteng Vredeburg diresmikan sebagai Wisata Museum yang berfungsi sebagai sarana pendidikan dan kebudayaan.  Salahsatu bangunan yang ada didalam kompleks Benteng Vredeburg Bangunan benteng yang dikelilingi parit ini dulunya adalah markas para Residen Belanda. Dibangun tahun 1760-1765 dimasa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Belanda meminta izin kepada Sultan untuk membangun benteng agar dapat mengamankan Keraton, namun itu hanya sebuah taktik yang dimainkan oleh Belanda untuk memata-matai seluruh kegiatan yang ada didalam Keraton. Miniatur Siti Hinggil Keraton Jogja, terdapat miniatur Sultan ditemani oleh Residen dan para Abdi Dalem didalam diorama Museum Benteng Vredeburg Sultan pun setuju untuk menghibahkan tanah milik Keraton kepada pihak Be...

Sawo Kecik Pohon yang sudah langka

Image
Sudah pernah mendengar atau melihat dan merasakan buah sawo?  Dalam bahasa inggris "sapodilla", namun dalam tulisan penulis kali ini akan dibahas yang namanya Sawo Kecik, dalam bahasa ing gris "Manilkara Kauki".  Sawo Kecik di Halaman Komplek Kedaton Keraton Surakarta Buah sawo kecik ini sudah sangat jarang ditemukan di Jawa. Pohon sawo kecik ini hanya tertanam di sudut sudut kota Solo. Kalau kita berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta,  kita akan menjumpai banyak sekali pohon sawo kecik ini. Di dalam kompleks Keraton terdapat 77 pohon sawo kecik berbaris. Pohon - pohon ini ditanam oleh Pakubuwono X.  Apa alasan Raja Keraton ke sepuluh ini menanam pohon sawo kecik sejumlah 77 di dalam kompleks Keraton?  Kenapa jumlahnya 77? Kok ganjil ya? Ternyata ada makna dibalik semua itu. Sawo Kecik berbaris adalah sebuah kode khusus dari pada prajurit Dipenegoronan, setelah Pangeran Diponegoro ditangkap oleh belanda dalam perundingan Jendral De kock yang c...

Sejarah Lahirnya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Image
Kori Kamandungan Keraton Surakarta Sejarah awal berdirinya Keraton Surakarta tidak lepas dari peristiwa berdarah di Keraton Mataram Kartasura yang runtuh akibat geger pecinan (thiong-hoa) yang dipimpin oleh Raden Mas Garendi atau yang dikenal dengan nama Sunan Kuning yang merupakan cucu Amangkurat III yang tinggal di Semarang. Keraton Mataram Kartasura memang berusia belia, didirikan oleh Sunan Amangkurat II pada tahun 1680 dan runtuh pada 1743 diera kepemimpinan Sunan Pakubuwono II. Sebelum peristiwa berdarah itu, Sunan Pakubuwono II telah bertitah dan bersumpah setia untuk mengusir kompeni dari tanah jawa bersama pasukan Jawa dan pasukan pacinan (thiong-hoa). Namun, karena lemahnya pasukan jawa dan pasukan pacinan (thiong-hoa), Sunan Pakubuwono II berubah pikiran dan memilih bekerja sama dengan belanda demi mempertahankan Keraton. Sikap Sunan Pakubuwono II ini menyulut menyerbuan yang dipimpin oleh Raden Mas Garendi (Sunan Kuning) yang merupakan sepupu Pakubuwono II sendir...

Wisata Puro mangkunegaran

Image
Guiding Tourist dari Belanda sekilas tentang apa yang ada di Puro Mangkunegaran versi Pangeran Penjelajah (Rhesa Jovian). artikel berikut ini ditulis berdasarkan pembelajaran di Puro Mangkunegaran. Selamat membaca S ud a h 259 tahun P u r o Man g kun e g a r a n b e rdi r i. P uro Man g kun e g a r a n s e k a r a n g dibuka untuk p a ra wisat a w a n Dom e st i k d a n Man c a n e g a r a , mu la i di buka p a d a tahun 1 9 68 oleh K. G . P .A.A Man g ku na g o r o V I I I . P u r o Man g ku n e g a r a n buka s e t i a p h a ri pukul 08.0 0 - 1 5 .00. B i a y a untuk mem a suki P u r o man g kun e g a r a n s a n g a t l a h t e rj a n g k a u y a i t u Rp. 10.000 , - untuk wisat a w a n domestik d a n Rp. 20.000 , - untuk wis a ta wa n in t e r n a sional. P u r o   Ma n g kun e g a r a n    b e rb e da    d e n g a n   K e r a t on   S u ra k a r t a .   K e r a ton S u ra k a rta iden...